Menghafal Terasa Menyenangkan dengan Board Game
BLOG BERITA Menghafal Terasa Menyenangkan dengan Board Game "SATWALOKA"

Menghafal Terasa Menyenangkan dengan Board Game "SATWALOKA"

Jika selama ini kalian berpikir bahwa board game adalah sarana yang tepat untuk refreshing atau melepas kejenuhan, mungkin kalian akan berpikir ulang setelah mengenal sebuah mekanik yang disebut memori. Sesuai namanya, permainan yang menggunakan mekanik ini menuntut kemampuan para pemainnya untuk mengingat informasi tertentu guna mencapai objektif permainan. contohnya antara lain Hanabi, Stratego, Bhinneka dari Manikmaya Games, Flipeek: Medieval dari Coralis Entertainment, serta Kakak Teladan rilisan C&Co, yang sangat mengandalkan daya ingat pemainnya untuk keluar sebagai pemenang.

Mungkin, beberapa dari kalian kurang menyukai jenis permainan seperti ini karena bermain untuk bersenang-senang atau mengistirahatkan pikiran, dan dengan bermain game memori justru harus bersusah payah memeras otak untuk mengingat berbagai informasi, yang boleh jadi tidak berguna di kehidupan nyata. Duh!

Namun anggapan tersebut dengan sukses dihancurkan oleh Satwaloka, board game rancangan Wicaksono Adi (31), seorang pengajar kursus daya ingat. Di bawah lembaga Student Memory Course yang cabangnya sudah tersebar di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Bandung, pria lulusan Universitas Gadjah Mada ini secara khusus melatih para siswa SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa dalam hal kemampuan mengingat. Menarik, bukan? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

 

STUDENT MEMORY COURSE

Aktif mengajar daya ingat sejak 2016, Wicaksono menjelaskan bahwa materi yang diajarkan di lembaga kursus besutan Yudi Lesmana GMM (Grandmaster Memory) ini menitikberatkan pada how to learn atau teknik belajar, alih-alih materi spesifik pelajaran sekolah layaknya bimbel pada umumnya. Dengan demikian, siswa yang menguasai teknik-teknik yang diajarkan di Student Memory Course diharapkan akan mampu menerapkannya untuk menghafal pelajaran di sekolah.

Motivasi ini pula yang menggerakkan Wicaksono untuk membuat board game yang tekniknya juga bisa digunakan oleh para siswa untuk menghafal pelajaran apapun. “Saya lebih suka menggunakan istilah ‘mengingat’ daripada ‘menghafal’. Menghafal itu terkesan susah, harus mengulang-ulang sebuah informasi hingga menempel di ingatan. Tapi dengan teknik memori yang satu ini, menghafal informasi tidak akan terasa berat lagi, sambil bermain, eh, tahu-tahu sudah ingat.” ujar Wicaksono.

“Di kursus kami, setiap pertemuannya memang harus diawali dengan game terlebih dahulu,” lanjutnya. Hal ini ditujukan agar para siswa merasa riang, santai, dan lebih siap untuk menerima materi yang akan diajarkan. Game yang dimainkan sangat bervariasi, mulai dari icebreaking games sederhana tanpa peralatan apapun, game yang memanfaatkan media digital seperti situs kuis interaktif “Kahoot!”, hingga penggunaan board game dan card game.

Satwaloka

 

TENTANG SATWALOKA

Satwaloka yang dikembangkannya sejak akhir tahun 2017 ini, merupakan gabungan dari kata “satwa” dan “lokasi”. Objektif permainan ini sederhana, yaitu mengingat lokasi dari 20 spesies satwa endemik yang ada di Indonesia. Satwa endemik adalah hewan-hewan yang hanya ditemukan di suatu lokasi dan tidak ditemukan di lokasi lain. Tema endemisme satwa ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa Indonesia memiliki lebih dari 100 jenis ampibi, 150 mamalia, 150 reptilia, dan 350 burung yang tercatat endemik di negara ini. Wow!

“Sayangnya, sebagian besar satwa ini semakin terancam eksistensinya dikarenakan banyak faktor. Salah satunya, ketidaktahuan akan satwa apa saja yang penting untuk dilindungi,” kata Wicaksono. Satwaloka diharapkan dapat menjadi pintu gerbang bagi siswa untuk lebih peduli dengan kelestarian satwa-satwa yang kian langka tersebut. Sejumlah 20 satwa yang dipilih, seperti Komodo, Orangutan, dan Cenderawasih, merupakan spesies-spesies endemik yang mewakili ampibi, mamalia, reptilia, burung, hingga ikan.

satwaloka

 

CARA BERMAIN SATWALOKA

Jika dicermati, papan permainan Satwaloka yang berjumlah 20 petak ini menyerupai bagian-bagian dari sebuah rumah. Sebut saja taman, garasi, kamar tidur, dapur, ruang baca, hingga loteng. Dengan bantuan 20 lokasi dan kartu-kartu cerita yang tersedia, para pemain akan menempatkan satu demi satu token satwa ke dalam lokasi-lokasi rumah dengan membuat cerita melibatkan benda yang ada di setiap lokasi.

“Misalnya, pemain mendapatkan token ‘Harimau Sumatra’, kartu cerita ‘Mewarnai’, serta ‘Mobil di Garasi’ sebagai lokasi. Dari situ cukup dibuat cerita: Harimau Sumatra sedang mewarnai mobil di garasi dengan corak loreng-loreng seperti tubuhnya!” Setiap pemain mengucapkan cerita masing-masing dengan lantang dan semua pemain lainnya perlu menyimak, sebab di fase berikutnya mereka harus berebutan menemukan sebanyak mungkin satwa. Agar menantang, pemain tidak bisa memilih token satwa maupun kartu cerita. Semuanya harus diambil secara acak. Petak lokasi pun ditentukan dengan lemparan dadu bersisi 20. Jam pasir dengan durasi 30 detik juga turut digunakan guna mendorong setiap peserta merangkai cerita dengan cepat, namun di sisi lain harus tetap berkesan agar tidak mudah terlupakan.

Setelah seluruh satwa diletakkan dalam kondisi tertutup di 20 lokasi yang berbeda, setiap pemain akan membuka 20 buah kartu satwa, untuk kemudian beradu cepat mengumpulkan token satwa yang sesuai dengan kartu satwa yang dibuka. Hati-hati, ada juga kartu jebakan yang memaksa pemain harus menukar lokasi token-token yang tadi sudah diingat!

satwaloka

 

TEKNIK KUNO DARI YUNANI

Keunikan utama board game Satwaloka terletak pada mekanik yang digunakannya, yaitu teknik memori yang disebut dengan method of loci. Loci, yang merupakan bahasa latin dari lokasi, merupakan metode yang telah dipraktikkan sejak zaman Yunani kuno. Ditemukan oleh seorang penyair Yunani, Simonides, teknik ini sangat ampuh untuk mengingat informasi dalam jumlah banyak. Nah, metode ini, diklaim Wicaksono dapat digunakan untuk mengingat informasi apapun, termasuk pelajaran sekolah, karena penggunaannya yang sudah sangat luas. Bahkan detektif Sherlock Holmes yang terkenal itu juga menggunakan method of loci, yang disebutnya sebagai Mind Palace.

Teuku Alvaro (15), salah satu siswa Student Memory Course, merasa terbantu dengan teknik mengingat yang memanfaatkan memori spasial otak ini. “Dulu nilai aku jelek terus setiap ulangan IPS, aku gak bisa inget semuanya karena banyak banget. Matematika juga susah. Tapi di sini aku belajar metode yang gampang untuk mengingat, seperti metode loci ini, nilai-nilaiku jadi bagus.” kata siswa kelas IX SMPN 131 Jakarta ini.

 

PENERBITAN SATWALOKA

Agar dapat dinikmati oleh kalangan yang lebih luas, Wicaksono mempertimbangkan untuk menggandeng penerbit board game lokal untuk merilis Satwaloka ke pasaran. “Harus yang satu visi sih ya, penerbit yang percaya dengan kekuatan board game untuk mencerdaskan bangsa, bukan sekadar mencari profit,” tandasnya.

Satwaloka

Bagi kalian yang sudah tidak sabar memainkan game ini, sabar dulu, yah, karena game yang satu ini belum rilis. Hihihi... Tunggu informasi selanjutnya tentang Satwaloka! Jangan lupa berikan komentar dan rating untuk game yang satu ini di link: PLAYDAY.id | Satwaloka

   

 

guru board game sekolah

PLAYDAY

Selasa, 3 April 2018

Bagikan berita ini:

Komentar Blog

Dany Aditya
4 April 2018 at 12:38:31
Definitely masuk watch list! Semoga berhasil menemukan jalan keluar untuk publishingnya!